Dokter Kami Sahabat Anda

Senin, 01 September 2014

SAKIT JANTUNG ATAU TIDAK? CEK TANDA MENGEJUTKANNYA DISINI

  1. Rambut
    Penelitian yang dimuat dalam Jurnal Stres menyebutkan pekerjaan, perkawinan dan kewangan berkaitan erat dengan peningkatan risiko dan pengembangan penyakit kardiovaskuler termasuk serangan jantung. Rambut tak sekadar mahkota yang mempercantik penampilan. Rambut adalah salah satu bagian tubuh yang dapat memprediksi kesehatan jantung lebih dini. Jangan remehkan kondisi rambut, rambut bisa menjadi menjadi indikator adanya gangguan kesehatan jantung.Seperti dikutip dari laman Times of India, setiap helai rambut mengandung hormon stres yang disebut kortisol. Hormon ini biasanya dilepas tubuh saat mengalami stres atau reaksi psikologis dan fisiologis atas perubahan situasi yang tidak dapat diterimanya.Kadar kortisol juga terkandung dalam urin dan air liur. Namun, kortisol di dalam rambut dianggap lebih efektif untuk memetakan kondisi jantung karena sifatnya lebih terukur. Logikanya, pertumbuhan rambut relatif stabil yakini sekitar satu sentimeter setiap bulan.Itu penting karena memungkinkan melihat tingkat stres dalam periode yang lebih lama. Memeriksa enam sentimeter rambut berarti bisa mengukur tingkat stres selama enam bulan. Sementara pemeriksaan kortisol dalam air liur atau urin cenderung hanya memperlihatkan tingkat stres sesaat.
    Kortisol yang ditemukan dalam batang rambut dimungkinkan untuk mengukur hormon kortisol dalam jangka waktu lebih lama. Peneliti mengukur sampel rambut dari 56 lelaki yang terkena serangan jantung dan 56 orang lainnya yang mengidap masalah kesehatan non-jantung.
    “Secara tradisional, kortisol diukur dalam serum tubuh, urin, dan air liur. Semuanya mengukur tingkat kortisol namun tidak mencerminkan respon stres dalam jangka waktu lama,” kata penulis studi Stan Van Uum dan Gideon Koren dari Universitas Ontario Barat seperti dikutip Times of India.
    Hasilnya, para pasien yang mengidap serangan jantung memiliki tingkat kortisol lebih tinggi dalam rambut mereka. Penelitian menyimpulkan, setelah faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, merokok dan riwayat penyakit jantung koroner dalam keluarga, tingkat kortisol rambut prediktor terkuat potensi serangan jantung.
  2. Warna Kuku
    Perubahan warna alami pada kuku ternyata bisa menjadi sinyal gangguan kesehatan di dalamtubuh.
    Untuk itu, jangan anggap remeh jika warna kuku tiba-tiba berubah tak seperti biasanya. Setiap warna 'aneh' yang muncul mengindikasikan gangguan kesehatan berbeda.
    Seiring pertambahan usia, warna kuku cenderung berubah pucat. Warna kuku orang yang berusia lebih muda, biasanya terlihat lebih terang dibandingkan dengan milik orang usia senja.

    Nah, bila usia Anda masih tergolong muda, namun warna kuku terlihat pucat dalam beberapa waktu, ini bisa mengindikasikan masalah kesehatan. Mungkin Anda mengalami anemia, gejala penyakit jantung atau hati. Lakukan tes kesehatan.
  3. Kebotakan pada Pria
    Rambut rontok berlebihan sehingga kepala menjadi botak bukan sekadar masalah penampilan. Rambut rontok yang dihubungkan dengan penyakit jantung dijelaskan dalam edisi terbaru Archives of Internal Medicine

    Dr Alvarez menyebut kebotakan bisa berarti kurangnya sirkulasi ke folikel rambut yang juga berhubungan dengan sirkulasi jantung, meski ada faktor lain juga. Banyak pasien pria dengan kebotakan yang merokok dan memiliki hipertensi, sehingga kebotakan juga dikaitkan dengan penyakit jantung.
  4. Mengorok dan Sleep Apnea
    Mengorok dan henti napas saat tidur (sleep apnea) bisa menjadi pertanda sakit jantung. Demikian studi dari Emory University di Atlanta.
    Tidur yang terganggu bisa jadi muncul karena kecenderungan tekanan darah tinggi dan diabetes. Hal itu menurut Dr. Alvarez berkontribusi pada penyakit jantung.
  5. Migrain
    Migrain juga bisa terkait dengan sakit jantung. Perempuan yang mengalami migrain dengan gangguan visual atau sensorik sekali atau dua kali dalam sebulan lebih mungkin mengembangkan penyakit jantung. Demikian studi yang diterbitkan American Academy of Neurology di bulan Juni.
    Intinya jika ada kelainan vaskular di satu wilayah tubuh, menurut Dr Alvarez, kemungkinan ditemukan pula di tempat lain. Menghubungi dokter untuk memastikan keterkaitan migrain dengan sakit jantung adalah cara bijak.
  6. Makan dan Minum dari Wadah Plastik
    Orang yang kerap makan dan minum dari wadah plastik perlu hati-hati karena kebiasaan itu bisa menyebabkan sakit jantung. Menurut studi University of Cincinnati, bahan kimia bisphenol A (BPA) dalam wadah makanan dan minuman dapat menghasilkan molekul estrogen yang meniru efek estrogen, sehingga mengakibatkan risiko tinggi penyakit jantung pada wanita.
    Maka itu gantilah wadah makanan dan plastik dengan bahan yang kemungkinan tak mengandung BPA seperti keramik, kaca,atau stainless steel.
  7. Stres Pernikahan
    Studi University of Utah menemukan perempuan yang mengalami stres pernikahan berisiko memiliki gejala tambahan penyakit jantung. Stres dapat mempengaruhi sistem saraf simpatis dan aktivasi sistem hormonal. Adanya pacuan di sistem saraf simpatis berpotensi menyebabkan hipertensi, stroke, dan penyakit jantung koroner.
    Saat bertengkar dengan pasangan, ambillah napas dalam-dalam. Lalu kurangi stres dengan olahraga teratur. Mungkin Anda juga perlu menangani masalah pernikahan melalui jasa konseling.
  8. Disfungsi Seksual
    Masalah disfungsi seksual laki-laki dan perempuan berbeda, namun sama-sama dihubungkan dengan penyakit jantung. Saat pembuluh darah tidak bekerja dengan baik, masalah seksual dapat terjadi, begitu juga masalah di daerah lain seperti jantung.

Dr Alvarez menyarankan untuk melakukan olahraga teratur. Selain itu perlu konsultasi dengan dokter untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi dan kemungkinan masalah jantung.

Bagi pembaca yang masih memerlukan informasi lebih lanjut atau ingin berkonsultasi silakan datang ke Rumah Sakit Komplementer “Canon Medicinae Indonesia”. Dan apabila Anda berminat ingin berobat, mengetahui lebih lanjut silahkan lihat, datang, tanyakan, buktikan sendiri atau konsultasikan segera diri Anda ke Jalan Tubagus Ismail VII No.21 Dago Kota Bandung Provinsi Jawa Barat – INDONESIA Phone: +62 - (022) 253-1000 / Fax. (022) 251-6663 / Mobile: +62 – 0812.2023.2009 (Ginjal) / +62 – 0878.9537.5000 (Diabetes Mellitus) / +62 – 0856.9518.6000 (Kanker) / +62 - 0822.1848.2898 (Jantung) PIN Blackberry: 7E8C39F5 (UMUM), 7EBA27CF (KANKER), 7E7C3491 (GINJAL) (Rumah Sakit Komplementer Canon Medicinae Indonesia hanya ada di Kota Bandung – Provinsi Jawa Barat – INDONESIA).

Team Farmasi RS Komplementer “Canon Medicinae Indonesia” – Bandung – Jawa Barat - INDONESIA